BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Memahami
landasan filosofis penelitian kualitatif dalam perbandingannya dengan
penelitian kuantitatif merupakan hal yang penting sebagai dasar bagi pemahaman
yang tepat terhadap penelitian
kualitatif, namun demikian bagi seorang peneliti penguasaan dalam tingkatan
operasional lebih diperlukan lagi agar dalam pelaksanaan penelitian tidak
terjadi kerancuan metodologis, dan penelitian benar-benar dilaksanakan dalam
suatu bingkai pendekatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Metode
penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi
atau sampel tertentu, teknik dan pengambilan sampel pada umumnya dilakukan
secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis
data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan menguji hipotesis.
Metode
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi yang alamiyah (sebagai
lawan dari eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci,
pengambilan sampel/sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik
pengumpulan data dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif dan hasil penelitiannya lebih menekankan pada makna dari
pada generalisasi. (Sugiyono, 2006: 14-15)
B. RUMUSAN
MASALAH
Metode penelitian kuantitatif dapat
digunakan jika:
1.
Masalah yang merupakan titik tolak dari
penelitian sudah jelas data-datanya;
2.
Peneliti ingin mendapatkan informasi
yang luas dari suatu populasi, tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu
luas, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi;
3.
Ingin diketahui pengaruh perlakuan
(treatment) tertentu terhadap yang lain. Hal ini cocok jika menggunakan metode
eksperimen yang merupakan bagian dari metode kualitatif. Misalnya; ingin
meneliti pengaruh jamu tertentu terhadap derajad kesehatan;
4.
Peneliti bermaksud menguji hipotesis
penelitian. Hipotesis penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif,
komparatif dan asosiatif;
5.
Peneliti ingin mendapatkan data yang
akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur;
6.
Ingin menguji terhadap adanya
keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
Penggunaan Metode Kualitatif
Metode penelitian kualitatif dapat
digunakan jika:
1.
Masalah penelitian belum jelas, masih
remang-remang atau mungkin malah masih gelap. Sebab dengan metode kualitatif,
peneliti langsung masuk ke objek penelitian dan dapat melakukan eksplorasi
secara mendalam;
2. Ingin
memahami makna dibalik data yang tampak. Karena gejala sosial sering tidak bisa
dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang;
3. Ingin
memahami interaksi sosial. Karena interaksi sosial yang kompleks hanya dapat
diurai kalau peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara
berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi sosial;
4. Ingin
memahami perasaan orang. Karena perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak
ikut serta merasakan apa yang dirasakan orang tersebut;
5. Ingin
mengembangkan teori. Pengembangan teori yang dimaksud dibangun berdasarkan
situasi, kondisi dan teori yang diperoleh di lapangan;
6. Ingin
memastikan kebenaran data. Karena data sosial sulit dipastikan kebenarannya
jika belum menemukan apa yang dimaksud. Ibarat mau mencari siapa yang menjadi
provokator, maka sebelum provokator yang dimaksud ditemukan, penelitian belum
dinyatakan selesai;
7. Ingin
meneliti sejarah perkembangan. Misalnya ingin melacak kehidupan seseorang
tokoh, sejarah lembaga atau masyarakat, dan lain-lain.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
Metode
kuantitatif dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang
tradisional dan metode baru; metode positivistic dan metode postpositivistic,
metode scientific dan artistic, metode konfirmasi dan temuan. Jadi metode
kuantitatif sering dinamakan metode tradisional, positivistic, scientivic dan
metode discovery. Selanjutnya metoda hase kualitatif sering dinamakan sebagai
metode baru, postposivistic, artistic dan interpretive research.
Metode
kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama
digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini
disebut sebagai metode positivistic karena berlandaskan pada filsafat
positivisme. Metode ini sebagai metode scientific karena telah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/ empiris, objektif, terukur, rasional dan
sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, Karena dengan metode ini
dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru.
Metode
penelitian kualitatif dinamakan sebagai metode baru karena popularitasnya belum
lama, metode ini dinamakan postpositivistik Karena berlandaskan pada filsafat
post positifisme. Metode ini disebut juga sebagai metode artistic, Karena
proses penelitian lebih bersifat seni(kurang terpola),dan disebut metode interpretive
karena data hasil peneletian lebih berkenaan dengan interprestasi terhadap data
yang di temukan di lapangan.metode penelitian kuantitatif dapat di artikan
sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk meneliti pada populasi atau
sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument penelitian,analisis
data bersifat kuantitatif/statistic,dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang
teleh di tetapkan.
Metode
penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena
penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah(natural setting);di sebut
juga metode etnographi,karena pada awalnya metode ini lebih banyak di gunakan
untuk penelitian bidang antropologi budaya;disebut metode kualitatif,karena
data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.
B. Perbedaan
Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif
Perbedaan
mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif
yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif
dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan
penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif[1]. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode
penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang
telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan
yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka. Penarikan
kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu
yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.
Hamidi
menjelaskan setidaknya terdapat 12 perbedaan pendekatan kualitatif dengan
kualitatif seperti berikut ini[2]:
1. Dari
segi perspektifnya penelitian kuantitatif lebih menggunakan pendekatan etik,
dalam arti bahwa peneliti mengumpulkan data dengan menetapkan terlebih
dahulu konsep sebagai variabel-variabel yang berhubungan yang berasal dari
teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti. Kemudian variabel tersebut
dicari dan ditetapkan indikator-indikatornya. Hanya dari indikator yang telah
ditetapkan tersebut dibuat kuesioner, pilihan jawaban dan skor-skornya.\
Sebaliknya
penelitian kualitaif lebih menggunakan persepektif emik. Peneliti dalam
hal ini mengumpulkan data berupa cerita rinci dari para informan dan
diungkapkan apa adanya sesuai dengan bahasa dan pandangan informan.
2. Dari
segi konsep atau teori, penelitian kuantitatif bertolak dari konsep
(variabel) yang terdapat dalam teori yang dipilih oleh peneliti kemudian
dicari datanya, melalui kuesioner untuk pengukuran variabel-variabelnya.
Di
sisi lain penelitian kualitatif berangkat dari penggalian data berupa pandangan
responden dalam bentuk cerita rinci atau asli mereka, kemudian para
responden bersama peneliti meberi penafsiran sehingga menciptakan konsep
sebagai temuan. Secara sederhana penelitian kuantitatif berangkat dari konsep,
teori atau menguji (retest) teori, sedangkan kualitatif mengembangkan
,menciptakan, menemukan konsep atau teori.
3. Dari
segi hipotesis, penelitian kuantitatif merumuskan hipotesis sejak awal, yang
berasal dari teori relevan yang telah dipilih, sedang penelitian kualitatif
bisa menggunakan hipotesis dan bisa tanpa hipotesis. Jika ada maka hipotesis
bisa ditemukan di tengah penggalian data, kemudian “dibuktikan” melalui
pengumpulan data yang lebih mendalam lagi.
4. Dari
segi teknik pengumpulan data, penelitian kuantitatif mengutamakan penggunaan
kuisioner, sedang penelitaian kualitatif mengutamakan penggunaan wawancara dan
observasi.
5. Dari
segi permasalahan atau tujuan penelitian, penelitian kuantitatif menanyakan
atau ingin mengetahui tingkat pengaruh, keeretan korelasi atau asosiasi antar
variabel, atau kadar satu variabel dengan cara pengukuran, sedangkan penelitian
kualitatif menanyakan atau ingin mengetahui tentang makna (berupa konsep) yang
ada di balik cerita detail para responden dan latar sosial yang diteliti.
6. Dari
segi teknik memperoleh jumlah (size) responden (sample)
pendekatan kuantitatif ukuran (besar, jumlah) sampelnya bersifat representatif
(perwakilan) dan diperoleh dengan menggunakan rumus, persentase atau
tabel-populasi-sampel serta telah ditentukan sebelum pengumpulan data.
Penelitian
kualitatif jumlah respondennya diketahui ketika pengumpulan data mengalami
kejenuhan. Pengumpulan datanya diawali dari mewawancarai informan-awal atau
informan-kunci dan berhenti sampai pada responden yang kesekian sebagai sumber
yang sudah tidak memberikan informasi baru lagi. Maksudnya berhenti sampai pada
informan yang kesekian ketika informasinya sudah “tidak berkualitas lagi”
melalui teknik bola salju (snow-ball), sebab informasi yang diberikan
sama atau tidak bervariasi lagi dengan para informan sebelumnya. Jadi
penelitian kualitatif jumlah responden atau informannya didasarkan pada suatu
proses pencapaian kualitas informasi.
7. Dari
segi alur pikir penarikan kesimpulan penelitian kuantitatif berproses secara
deduktif, yakni dari penetapan variabel (konsep), kemudian pengumpulan data dan
menyimpulkan. Di sisi lain, penelitian kualitatif berproses secara induktif,
yakni prosesnya diawali dari upaya memperoleh data yang detail (riwayat hidup
responden, life story, life sycle, berkenaan dengan topik atau masalah
penelitian), tanpa evaluasi dan interpretasi, kemudian dikategori, diabstraksi
serta dicari tema, konsep atau teori sebagai temuan.
8. Dari
bentuk sajian data, penelitian kuantitatif berupa angka atau tabel, sedang
penelitian kualitatif datanya disajikan dalam bentuk cerita detail sesuai
bahasa dan pandangan responden.
9. Dari
segi definisi operasional, penelitian kuantitatif menggunakannya, sedangkan penelitian
kualitatif tidak perlu menggunakan, karena tidak akan mengukur variabel
(definisi operasional adalah petunjuk bagaimana sebuah variabel diukur). Jika
penelitian kualitatif menggunakan definisi operasional, berarti penelitian
telah menggunakan perspektif etik bukan emik lagi. Dengan
menetapkan definisi operasional, berarti peneliti telah menetapkan jenis dan
jumlah indikator, yang berarti telah membatasi subjek penelitian mengemukakan
pendapat, pengalaman atau pandangan mereka.
10. (Dari
segi) analisis data penelitian kuantitatif dilakukan di akhir pengumpulan data
dengan menggunakan perhitungan statistik, sedang penelitian kualitatif analisis
datanya dilakukan sejak awal turun ke lokasi melakukan pengumpulan data, dengan
cara “mengangsur atau menabung” informasi, mereduksi, mengelompokkan dan
seterusnya sampai terakhir memberi interpretasi.
11. Dari
segi instrumen, penelitian kualitatif memiliki instrumen berupa peneliti itu
sendiri. Karena peneliti sebagai manusia dapat beradaptasi dengan para responden
dan aktivitas mereka. Yang demikian sangat diperlukan agar responden sebagai
sumber data menjadi lebih terbuka dalam memberikan informasi. Di sisi lain,
pendekatan kuantitatif instrumennya adalah angket atau kuesioner.
12. Dari
segi kesimpulan, penelitian kualitatif interpretasi data oleh peneliti melalui
pengecekan dan kesepakatan dengan subjek penelitian, sebab merekalah yang yang
lebih tepat untuk memberikan penjelasan terhadap data atau informasi yang telah
diungkapkan. Peneliti memberikan penjelasan terhadap interpretasi yang dibuat,
mengapa konsep tertentu dipilih. Bisa saja konsep tersebut merupakan istilah
atau kata yang sering digunakan oleh para responden. Di sisi lain, penelitian
kuantitatif “sepenuhnya” dilakukan oleh peneliti, berdasarkan hasil perhitungan
atau analisis statistik.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari
penjelasan kami daqpat mengambilkesimpulan Setiap metode penelitian memiliki
keunggulan dan kekurangan. Oleh karena itu, metode kuantitatif dan kualitatif
keberadaannya tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi
satu sama lain.
Berdasarkan pada paradigma, karakteristik dan proses
penelitiannya, kedua metode di atas agaknya memang sulit digabungkan dalam satu
proses penelitian yang bersamaan. Bahkan secara tegas Thomas D Cook &
Charles Reichardt (1978) menyimpulkan bahwa metode kuantitatif dan kualitatif
tidak akan pernah dipakai bersama-sama, karena kedua metode tersebut memiliki
paradigma, proses penelitian dan karakteristik yang berbeda dan perbedaannya
bersifat mutually exclusive.
Namun demikian, menurut Prof. Sugiyono (2006: 38) kedua metode tersebut dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan dalam suatu penelitian yang bersamaan, dengan catatan sebagai berikut:
1.
Dapat digunakan bersama untuk meneliti
pada objek yang sama, tetapi tujuannya berbeda. Misalnya metode kualitatif
digunakan untuk menemukan hipotesis, sedangkan metode kuantitatif digunakan
untuk menguji hipotesis;
2. Dapat
digunakan secara bergantian secara bertahap. Misalnya dalam proses pengumpulan
data, penentuan sumber informan, dan lain sebagainya;
3. Dapat
digunakan untuk secara bergantian untuk mengecek atau memperkuat validitas
data. Misalnya sudah terkumpul data melalui kuesioner (kuantitatif), maka untuk
memperkuatnya dilengkapi dengan observasi atau wawancara (kualitatif) kepada
responden yang menjawab kuesioner tersebut;
4. Dapat
digunakan secara bersamaan, asalkan kedua metode tersebut diperjelas
langkah-langkah penggunaannya dan dipahami dengan jelas. Termasuk juga,
penelitinya sudah berpengalaman luas. Bagi peneliti pemula, sebaiknya
dipikir-pikir dulu untuk menggabungkan keduanya.
B. SARAN
Pembautan makalah tak selalunya sempurna, maka perlu
kritik dan saran yang bersifat membangun para pembaca, begitulah manusia tak
luput dari kesalahan dan kelasalahan itu merupakan pembelajaran untuk
memperbaiki dari sebelumnya baik dari penjelasan isi makalah, pengetikan, pengaturan makalah dll.
DAFTAR
PUSTAKA
Irwan
Abdullah. 2008. Materi Kuliah Metode Penelitian Administrasi.
Yogyakarta: Magister Administrasi Publik UGM
Hamidi.
2004. Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan
Laporan Penelitian. Malang: UMM Press. Hal 14-16
Sugiyono.
2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar